Killer Statement

November 30, 2007 |  Tagged |

Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang

disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer

statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita

keluarkan,

sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun

semangat orang lain.

Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari,

atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda,

memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa

yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang

seringkali kita sebut killer statement.

Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari

killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry

Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda

Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang

tokoh

pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.

Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet

lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai

melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja

tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu

menarik. Kecaman dan kritikan diterima.

Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini.

Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi

saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang

membutuhkan

komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.

Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik mereka, para

editor pun tertawa dan berkata, “Wah, nggak akan ada yang percaya

dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku

dijual”. Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan

kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat

menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya

senilai US$130.

Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan

terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer

statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya

dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan.

Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton

dengan

kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar

biasa.

Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya

menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel,

penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman

menjadi

populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS.

Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam

utang

dan kemiskinan.

Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari

publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan

dengan

membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective

Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau kita

melihat

kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah

menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan

Siegel.

Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer

statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer

statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi

dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini

diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang

mendengarnya.

Tip penting

Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati

dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak

kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita.

Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa

pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik

seseorang.

Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi

mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa

tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari

menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.

Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer

statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan

anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang

kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah

mengatakan killer statement itu kepada kita.

Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu

latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan

positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan

hal

yang buruk kepada Anda.

Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang

penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri.

Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan

akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini

memberikan nasihat, “Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu.

Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah

menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi

seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa

berhasil”.

Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan

bintang penyanyi tua ini.

Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus

mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan

kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan

sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat

orang yang tidak bertanggung jawab.

Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka.

Jangan biarkan mereka merusak diri Anda.

Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.

Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin


Comments



You must be logged in to post a comment.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind